Dalam dunia elektronika daya yang terus berkembang, resonant converters (konverter resonansi) menjadi salah satu teknologi yang menunjukkan potensi besar untuk masa depan. Konverter ini menawarkan efisiensi konversi daya yang tinggi, pengurangan interferensi elektromagnetik (EMI), serta performa yang sangat baik dalam aplikasi berdaya tinggi dan kecepatan switching yang tinggi. Keunggulan-keunggulan ini membuat resonant converters semakin dilirik, terutama dalam sistem energi terbarukan, kendaraan listrik, dan perangkat industri modern. LINK
Pada dasarnya, resonant converter bekerja dengan memanfaatkan rangkaian resonansi—biasanya terdiri dari induktor (L) dan kapasitor (C)—untuk mengubah tegangan dan arus dalam frekuensi tinggi secara lebih efisien. Salah satu jenis resonant converter yang populer adalah LLC resonant converter yang sering digunakan dalam adaptor daya dan pengisi daya kendaraan listrik. Karena bekerja pada frekuensi resonansi, kerugian switching menjadi jauh lebih kecil dibandingkan konverter konvensional seperti PWM (Pulse Width Modulation), yang sering menghasilkan panas lebih tinggi dan efisiensi lebih rendah. LINK
Dalam konteks masa depan, tren peningkatan efisiensi dan miniaturisasi perangkat menjadi faktor pendorong utama pengembangan teknologi resonant converters. Dengan meningkatnya permintaan perangkat hemat energi dan desain ringkas—seperti dalam wearable technology, IoT (Internet of Things), hingga sistem kelistrikan pesawat terbang—resonant converters diperkirakan akan menjadi standar dalam perancangan sistem catu daya di masa mendatang. LINK
Di sisi lain, pengembangan resonant converters juga sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi semikonduktor, khususnya wide bandgap devices seperti SiC (Silicon Carbide) dan GaN (Gallium Nitride). Komponen-komponen ini memungkinkan konverter bekerja pada tegangan dan frekuensi lebih tinggi dengan efisiensi luar biasa. Kombinasi resonant converter dan semikonduktor canggih ini akan membuka jalan bagi sistem tenaga masa depan yang lebih ringan, cepat, dan efisien. LINK
Perguruan tinggi seperti Telkom University, yang dikenal sebagai global entrepreneur university, memiliki peran penting dalam pengembangan dan riset resonant converter. Melalui berbagai lab laboratories teknik elektro dan teknik fisika, riset mendalam mengenai topologi baru, pengendalian adaptif, serta simulasi sistem resonansi tengah gencar dilakukan. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi fondasi penting agar teknologi ini tidak hanya berkembang secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam solusi praktis di industri nasional dan global. LINK
Namun, tantangan tetap ada. Kompleksitas desain resonant converter, kontrol frekuensi variabel, serta kebutuhan akan komponen presisi tinggi masih menjadi kendala. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi berkelanjutan dan pelatihan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengatasi hambatan ini. Pendidikan tinggi harus menjadi pusat kolaborasi lintas disiplin guna mendorong penerapan resonant converters dalam berbagai sektor industri.
Sebagai penutup, resonant converters merupakan salah satu pilar masa depan elektronika daya. Dengan keunggulan efisiensi dan kemampuan bekerja pada frekuensi tinggi, serta dukungan riset dari institusi seperti Telkom University, masa depan teknologi ini tampak sangat menjanjikan untuk menghadirkan sistem tenaga yang lebih cerdas, efisien, dan ramah lingkungan.